Infeksi Hepatitis C Naik, Orang Dewasa Disarankan Skrining

Artikel ini terakhir di perbaharui September 9, 2020 by Rinaldi Syahran
Infeksi Hepatitis C Naik, Orang Dewasa Disarankan Skrining
Konsep futuristik infeksi hepatitis - freepik/inkoly

Dalam rekomendasi terbarunya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menekankan bahwa semua orang dewasa usia 18 dan lebih tua harus diskrining untuk infeksi virus hepatitis C (HCV) setidaknya sekali seumur hidup mereka. Tak hanya itu, semua wanita juga harus diskrining setiap kali mereka hamil.

Rekomendasi terbaru ini — dirilis pada 10 April 2020 — menambah rekomendasi CDC pada 2012 lalu, yang menekankan perlunya skrining hepatitis C sekali seumur hidup untuk semua orang dari generasi baby boomer; orang dewasa yang lahir dari 1945 hingga 1965, bersama dengan orang-orang dari segala usia dengan faktor risiko tertentu.

Kelompok ini termasuk pengguna narkoba dengan jarum suntik, pasien cuci darah, orang dengan HIV, anak yang lahir dari ibu dengan HCV, dan orang yang dipenjara, di antara kelompok lainnya. Individu yang memiliki risiko terkena juga harus diskrining HCV secara berkala, menurut CDC.

Rekomendasi baru tidak berlaku di wilayah Amerika Serikat (AS) di mana kurang dari 0,1 persen orang dewasa menderita infeksi hepatitis C, menurut CDC. Namun, saat ini tidak ada negara bagian AS yang memenuhi kriteria ini. Dengan kata lain, rekomendasi baru ini berlaku di seluruh negara bagian AS.

Gejala, Penularan dan Skrining 

Tes Darah Infeksi Hepatitis C
Dokter memegang tube tes sampel darah – freepik/user535653

 

Paling sering ditularkan oleh pengguna narkoba suntikan yang berbagi jarum, virus HCV menyebabkan infeksi hati hepatitis C. Pada kasus yang lebih jarang, virus ini menyebar melalui kontak seksual, tato yang tidak steril, luka tertusuk jarum pada petugas kesehatan, dan penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan.

Bagi sebagian orang, infeksi HCV adalah penyakit jangka pendek (disebut hepatitis C akut), biasanya dengan sedikit gejala ringan atau tanpa gejala, dan virus dibersihkan dari tubuh tanpa pengobatan khusus. Kadang-kadang, tahap infeksi akut ini dapat menyebabkan gejala yang lebih parah, terutama penyakit kuning dan kelelahan.

Namun, lebih dari separuh orang yang terinfeksi mengembangkan hepatitis C kronis yang, tanpa pengobatan, dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang serius seperti sirosis dan kanker hati, dan dapat berakibat fatal.

Hepatitis kronis berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu, sehingga orang yang terinfeksi mungkin tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi tersebut sampai menyebabkan kerusakan hati yang cukup untuk mempengaruhi fungsi hati. Skrining untuk semua orang dewasa, termasuk mereka yang tidak memiliki gejala, memungkinkan diagnosis lebih dini dan memungkinkan dokter untuk mengobati infeksi HCV kronis dengan tepat dan memantau fungsi hati pasien yang terinfeksi dengan lebih cermat.

Tes skrining HCV yang paling umum akan mengidentifikasi antibodi dalam darah, yang diproduksi sebagai tanggapan dari sistem imun tubuh untuk melawan infeksi HCV.

Karena seseorang bisa saja memperoleh hasil positif pada tes antibodi meskipun infeksinya sudah sembuh, dokter dapat melakukan tes RNA hepatitis C, yang mendeteksi materi genetik virus. Dalam beberapa kasus, tes ini dilakukan secara otomatis saat pertama kali antibodi terhadap HCV dicatat dalam darah. Hasil positif pada tes RNA berarti ada virus, infeksi belum teratasi, dan orang tersebut kemungkinan akan memerlukan pengobatan.

Tes lain, yang disebut tes genotipe hepatitis C, mengidentifikasi jenis virus dan dapat membantu dokter memilih pengobatan yang tepat. Dokter juga bisa melakukan tes lain yang membantu menilai kesehatan hati.

Infeksi Hepatitis C Meroket, Terutama di Dewasa Muda

Hari Hepatitis Sedunia
Konsep hari hepatitis sedunia – freepik/user11553839

 

Laporan CDC yang dirilis bersama dengan rekomendasi skrining menyoroti peningkatan yang sangat tajam pada infeksi hepatitis C akut dan risiko penyakit kronis di antara orang dewasa muda.

Laporan tersebut mengatakan jumlah total kasus hepatitis C akut yang dilaporkan meningkat tiga kali lipat dari 2009 hingga 2018 dan tertinggi di antara orang-orang yang berusia 20-39 tahun. Tingkat infeksi akut mereka meningkat sekitar 300 persen selama periode tersebut. Di antara orang dewasa berusia 30 hingga 39 tahun, tingkatnya meningkat sekitar 400 persen, menurut laporan itu. Pada tahun 2018, proporsi terbesar kasus hepatitis C kronis terjadi pada orang berusia 20–39 tahun dan usia 50–69 tahun, yang memiliki tingkat infeksi yang hampir sama. Hanya sekitar 61 persen orang dewasa dengan hepatitis C yang mengetahui bahwa mereka terinfeksi.

“Temuan ini menyoroti perlunya implementasi segera dari rekomendasi skrining hepatitis C universal CDC baru untuk semua orang dewasa dan wanita hamil,” menurut laporan itu.

“Mendiagnosis infeksi HCV adalah langkah pertama yang diperlukan untuk memulai proses penyembuhan terhadap pasien untuk mencegah konsekuensi yang mengancam jiwa dari infeksi kronis jangka panjang dan penularan ke orang lain.”

Rekomendasi skrining hepatitis C oleh CDC yang sudah diperbarui memang serupa dengan yang lama, dengan tetapi cakupannya lebih luas daripada pedoman baru dari Preventive Services Task Force (USPSTF) AS yang rampung pada 2 Maret 2020. Berbeda dengan seruan CDC untuk skrining semua orang dewasa, USPSTF menetapkan kriteria usia yang lebih spesifik, merekomendasikan skrining HCV untuk orang dewasa berusia 18-79 tahun, bersama dengan orang lain yang berisiko tinggi. Selain itu, USPSTF tidak membahas skrining wanita selama kehamilan. Itu dia artikel terbaru mengenai infeksi hepatitis C naik, orang dewasa harus skrining. Nantikan informasi kesehatan tentang virus lainnya hanya di Info Pasien!

Retno Wulandari
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main. Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, jika saja mereka mengetahui."