13 Manfaat Teh Hijau untuk Diet, Pencernaan dan Kecantikan

Artikel ini terakhir di perbaharui December 3, 2020 by Rinaldi Syahran
13 Manfaat Teh Hijau untuk Diet, Pencernaan dan Kecantikan
Hot green tea is poured from the teapot -Ededchechine/Freepik

Manfaat Teh Hijau untuk Diet, Pencernaan dan Kecantikan – Kita pastinya sudah banyak mendengar dan membaca tentang manfaat teh hijau, alias green tea. Minuman teh ini memang telah lama dikonsumsi oleh berbagai budaya di dunia, di antaranya karena memang menawarkan banyak khasiat bagi kesehatan dan kecantikan.

Lalu apa sih sebenarnya teh hijau itu? Teh hijau sebagai makanan sehat sebenarnya adalah jenis teh yang dibuat dari daun dan tunas Camellia sinensis (pohon teh) yang belum mengalami proses pelayuan dan oksidasi yang dialami oleh teh oolong dan teh hitam. Karenanya, daun teh hijau jika diseduh cenderung berwarna lebih cerah dibandingkan teh hitam atau teh merah, dan bahkan berwarna kehijauan.

Kita mungkin mengira teh hijau berasal dari Jepang. Namun sebenarnya sejarah teh hijau dimulai di Cina sejak tahun 2737 sebelum Masehi (SM). Penemuan teh hijau sendiri terjadi secara tidak sengaja, ketika Kaisar Tiongkok Shennong secara keliru meminum air yang berisi daun teh kering yang direbus di dalamnya.

Ketika meminumnya, Kaisar Shennong merasakan rasa yang sangat menyegarkan dan begitulah, minuman baru diciptakan. Teh hijau terutama tersedia untuk lapisan masyarakat Cina papan atas, dan saat itu sangat mahal untuk dibeli. Baru pada abad ke-14 teh hijau dapat diakses oleh masyarakat umum untuk diminum saat santai dan untuk tujuan pengobatan.

Teh hijau yang sangat disukai tersebut akhirnya mencapai dunia Barat pada abad ke-19, dibawa para penjelajah Eropa. Karena rasanya yang nikmat, teh hijau menjadi komoditas besar dan menjadi minuman nasional Inggris Raya, bersama dengan teh hitam. Segera setelah itu, teh hijau pun memulai debutnya di Amerika, ketika daun teh hijau kering ini dibawa oleh para pemukim baru.

Teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan. “Teh hijau mengandung banyak nutrisi, termasuk antioksidan dan anti kanker serta senyawa penyehat otak,” kata pakar diet Isabel K. Smith. “Semua teh mengandung banyak nutrisi yang menyehatkan; itu salah satu pilihan minuman yang lebih sehat.”

Teh hijau bahkan disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat di planet ini.

Minuman tersebut sarat dengan antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Berikut ini 13 manfaat teh hijau bagi kesehatan:

Meningkatkan fungsi otak

Teh hijau tidak hanya membuat mata kita tetap melek dan menyegarkan tubuh, tetapi juga membantu meningkatkan fungsi otak.

Bahan aktif utamanya adalah kafein, yang dikenal sebagai stimulan.

Kafein dalam green tea tidak sebanyak kopi, tetapi cukup untuk menghasilkan respons tanpa menyebabkan efek gelisah yang terkait dengan mengonsumsi terlalu banyak kafein.

Menurut penelitian, kafein memengaruhi otak dengan memblokir neurotransmitter penghambat yang disebut adenosin. Dengan cara ini, teh hijau meningkatkan penembakan neuron dan konsentrasi neurotransmiter seperti dopamin dan norepinefrin.

Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan berbagai aspek fungsi otak, termasuk suasana hati, kewaspadaan, waktu reaksi, dan memori.

Namun, kafein bukanlah satu-satunya senyawa yang bermanfaat bagi otak dalam teh hijau. Green tea juga mengandung asam amino L-theanine, yang dapat melewati sawar darah-otak (blood-brain barrier), yang secara aktif melindungi otak dari patogen penyebab penyakit. L-theanine meningkatkan aktivitas penghambatan neurotransmitter GABA, yang memiliki efek anti-kecemasan. Teh hijau juga meningkatkan dopamin dan produksi gelombang alfa di otak.

Studi menunjukkan bahwa kafein dan L-theanine dapat memiliki efek sinergis. Artinya, kombinasi keduanya dapat memiliki efek yang sangat kuat dalam meningkatkan fungsi otak.

Karena L-theanine dan kafein dalam dosis kecil, teh hijau dapat memberi kita “dorongan” yang jauh lebih lembut dibandingkan kopi.

Banyak orang melaporkan memiliki energi yang lebih stabil dan menjadi jauh lebih produktif saat mereka minum teh hijau, dibandingkan dengan kopi.

Menurunkan risiko beberapa jenis kanker

Kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Ini merupakan penyakit yang jadi salah satu penyebab utama kematian di dunia.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kerusakan oksidatif dapat menyebabkan peradangan kronis, yang dapat menyebabkan penyakit kronis, termasuk kanker. Antioksidan dapat membantu melindungi dari kerusakan oksidatif.

Teh hijau adalah sumber antioksidan kuat yang sangat baik.

Penelitian telah mengaitkan senyawa teh hijau dengan penurunan risiko kanker, termasuk:

  • Kanker payudara. Sebuah tinjauan komprehensif dari studi observasi menemukan bahwa wanita yang minum teh hijau paling banyak memiliki risiko sekitar 20-30 persen lebih rendah terkena kanker payudara, salah satu kanker paling umum pada wanita.
  • Kanker prostat. Satu studi menemukan bahwa pria yang minum teh hijau memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.
  • Kanker kolorektal. Analisis terhadap 29 penelitian menunjukkan bahwa mereka yang minum teh hijau sekitar 42 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan kanker kolorektal.

Banyak studi observasi menunjukkan bahwa mereka yang rutin minum teh hijau cenderung terhindar dari beberapa jenis kanker, tetapi penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkonfirmasi efek ini.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, hindari menambahkan susu ke dalam teh hijau. Beberapa penelitian menunjukkan penambahan susu dapat mengurangi nilai antioksidan di beberapa teh.

Meningkatkan pembakaran lemak

Manfaat teh hijau untuk diet dan menurunkan berat badan berkaitan dengan kemampuannya memperbaiki metabolisme kita. Beberapa studi bahkan mengklaim bahwa teh hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak dan membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, green tea juga kaya akan antioksidan yang penting bagi tubuh.

Lalu bagaimana sebenarnya teh hijau membantu kita diet dan menurunkan berat badan? Simak pembahasan di bawah ini ya:

Teh hijau mengandung zat yang membantu meluruhkan lemak

Daun teh mengandung banyak senyawa bermanfaat. Salah satunya adalah kafein. Meskipun secangkir teh hijau mengandung kafein jauh lebih sedikit (24-40 miligram) dibandingkan secangkir kopi (100-200 miligram), teh hijau masih mengandung cukup kafein untuk menimbulkan efek ringan dari konsumsi kafein.

Kafein adalah stimulan yang diakui dapat membantu pembakaran lemak dan meningkatkan energi kita ketika berolahraga, berdasarkan berbagai penelitian.

Namun selain kafein, teh hijau benar-benar memiliki kandungan antioksidan yang baik. Studi menunjukkan bahwa minum secangkir teh hijau meningkatkan jumlah antioksidan dalam aliran darah kita.

Minuman sehat ini sarat dengan antioksidan kuat yang disebut katekin. Kandungan teh hijau lain yang penting adalah epigallocatechin gallate (EGCG), zat yang dapat meningkatkan metabolisme.

Meskipun satu cangkir teh hijau dapat meningkatkan kadar antioksidan dalam tubuh kita, sebagian besar penelitian telah meneliti manfaat ekstrak teh hijau — yang merupakan sumber katekin terkonsentrasi. Karena itulah, selain minum teh hijau dari daun teh kering, kita juga bisa pertimbangkan konsumsi ekstrak teh hijau.

Teh hijau dapat memobilisasi lemak dari sel lemak

Untuk membakar lemak, tubuh kita harus terlebih dahulu memecahnya di dalam sel lemak dan memindahkannya ke aliran darah.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa aktif dalam teh hijau dapat membantu proses ini dengan meningkatkan efek beberapa hormon pembakar lemak, seperti norepinefrin (noradrenalin).

Antioksidan utama dalam teh, EGCG, dapat membantu menghambat enzim yang memecah hormon norepinefrin. Ketika enzim ini dihambat, jumlah norepinefrin meningkat, mendorong pemecahan lemak.

Faktanya, kafein dan EGCG — keduanya ditemukan secara alami dalam teh hijau — ditengarai memiliki efek sinergis. Hasilnya, sel lemak kita memecah lebih banyak lemak, yang dilepaskan ke aliran darah untuk digunakan sebagai energi oleh sel-sel seperti sel otot.

Meningkatkan pembakaran lemak, terutama saat berolahraga

Jika kita melihat label pada kemasan suplemen penurun berat badan dan pembakar lemak komersial, kita mungkin akan menemukan teh hijau terdaftar sebagai salah satu kandungannya. Ini karena ekstrak teh hijau memang sudah biasa dikaitkan dengan peningkatan pembakaran lemak, terutama selama olahraga.

Dalam sebuah penelitian, pria yang mengonsumsi ekstrak teh hijau sebelum berolahraga membakar lemak 17 persen lebih banyak daripada pria yang tidak mengonsumsi suplemen. Studi tersebut menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan efek pembakaran lemak dari olahraga.

Sebuah studi yang dilakukan selama delapan minggu menentukan bahwa katekin pada teh meningkatkan pembakaran lemak, baik selama kita berolahraga maupun ketika sedang mengambil jeda istirahat.

Beberapa penelitian lain mengkonfirmasi temuan ini, menunjukkan bahwa EGCG meningkatkan pembakaran lemak — yang dapat menyebabkan penurunan lemak tubuh dalam jangka panjang.

Membantu mencegah diabetes tipe 2

Kasus diabetes tipe 2 meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi tersebut sekarang mempengaruhi sekitar 1 dari 10 orang Amerika.

Diabetes tipe 2 melibatkan peningkatan kadar gula darah, yang mungkin disebabkan oleh resistensi insulin atau ketidakmampuan untuk memproduksi insulin.

Studi menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap orang Jepang menemukan bahwa mereka yang minum teh hijau paling banyak memiliki risiko diabetes tipe 2 sekitar 42 persen lebih rendah.

Menurut review yang dilakukan terhadap tujuh studi dengan total 286.701 orang, risiko peminum teh terkena diabetes 18 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak minum teh.

Mencegah penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.

Studi menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan beberapa faktor risiko utama untuk penyakit ini, termasuk meningkatkan kolesterol total dan kadar kolesterol jahat (LDL).

Teh hijau juga meningkatkan kapasitas antioksidan darah, yang melindungi partikel LDL dari oksidasi, yang merupakan salah satu faktor pendorong penyakit jantung.

Mengingat efek menguntungkan yakni meminimalisir faktor risiko penyakit jantung, tidak mengherankan bahwa risiko kematian orang yang minum teh hijau akibat penyakit kardiovaskular 31 persen lebih rendah daripada yang tidak rutin minum teh hijau.

Meningkatkan metabolisme tubuh

Setiap saat, tubuh kita akan terus-menerus membakar kalori. Bahkan saat kita sedang tidur atau duduk diam, sel tubuh kita menjalankan jutaan fungsi yang membutuhkan energi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak teh hijau atau suplemen EGCG dapat membuat tubuh kita membakar lebih banyak kalori – bahkan saat istirahat.

Dalam kebanyakan studi, jumlah ini meningkat sekitar 3-4 persen, meskipun beberapa menunjukkan peningkatan setinggi 8 persen.

Untuk orang yang membakar 2.000 kalori per hari, 3–4 persen sama dengan mengurangi 60–80 kalori tambahan yang dihabiskan per hari – serupa dengan hasil yang didapat dari diet tinggi protein.

Meskipun sebagian besar studi ini durasinya sangat singkat, beberapa bukti menunjukkan bahwa efek peningkatan metabolisme tetap ada dalam jangka panjang.

Dalam satu penelitian yang dilakukan terhadap 60 orang yang kelebihan berat badan, mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau kehilangan berat tubuh 3,3 kilogram lebih banyak dan membakar 183 kalori lebih banyak per hari setelah tiga bulan, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi ekstrak teh hijau.

Namun, tidak semua penelitian menunjukkan bahwa ekstrak teh hijau meningkatkan metabolisme. Efeknya mungkin tergantung pada masing-masing individu.

Mengatasi masalah jerawat dan kulit berminyak

Menurut studi yang dilakukan tahun 2016, EGCG dalam teh hijau memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba. Teh hijau juga mampu membantu mengobati jerawat dan mengatasi masalah kulit berminyak.

Seperti yang kita tahu, jerawat terbentuk karena sebum berlebih yang menyumbat pori-pori kulit dan merangsang pertumbuhan bakteri. Sebum adalah zat berminyak yang dikeluarkan oleh kelenjar sebaceous untuk melembabkan kulit dan rambut kita. Begini cara teh hijau membantu mengatasi masalah jerawat dan kulit berminyak:

  • EGCG dalam teh hijau bersifat anti-androgenik dan menurunkan kadar lipid (lemak). Ini membuat teh hijau efektif untuk mengurangi ekskresi sebum di kulit. Dengan mengurangi sebum, EGCG dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan jerawat.
  • Androgen adalah hormon yang diproduksi tubuh kita. Jika kita memiliki kadar androgen yang tinggi atau berfluktuasi, hal itu dapat menyebabkan kelenjar sebaceous menghasilkan lebih banyak sebum. Teh hijau mencegah tubuh kita memproduksi terlalu banyak androgen, yang artinya tanaman ini akan membantu mencegah tumbuhnya jerawat pada kulit kita.

Dengan demikian, kita bisa mempertimbangkan untuk memanfaatkan ekstrak teh hijau sebagai bagian dari perawatan anti-jerawat.

Dalam sebuah studi tahun pada tahun 2016, partisipan mengonsumsi 1.500 miligram ekstrak teh hijau selama empat minggu. Pada akhir penelitian, para partisipan menunjukkan penurunan signifikan pada benjolan merah pada kulit yang jadi penyebab jerawat.

Mengatasi mata bengkak

Pada saat area di sekitar mata kita bengkak, teh hijau bisa meredakannya. Caranya sangat mudah:

  • Seduh atau rendam dua kantong teh hijau untuk minum teh.
  • Peras kantong untuk menghilangkan kelebihan cairan.
  • Masukkan kantong teh ke dalam lemari es selama 10 hingga 20 menit.
  • Pejamkan mata, letakkan kantong teh di atas mata hingga 30 menit.
  • Kombinasi dari kafein yang terkandung dalam teh hijau dan kompres dingin akan membantu mengurangi bengkak mata kita.

Meskipun penelitian klinis tidak mendukung metode ini, Mayo Clinic merekomendasikan penggunaan kompres dingin (waslap dan air dingin) untuk meredakan mata bengkak.

Selain itu, menurut artikel pada tahun 2010 di Journal of Applied Pharmaceutical Science, kafein dalam teh hijau dapat menyempitkan pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

Meremajakan kulit dan mencegah penuaan

Minum teh hijau dan mengoleskan ekstraknya di kulit kita dapat membantu kulit mempertahankan elastisitasnya dan membuatnya lebih muda, mencegah penuaan dini.

Sebuah studi pada tahun 2005 yang melibatkan 80 wanita menunjukkan peningkatan elastisitas kulit pada peserta yang diobati dengan rejimen kombinasi teh hijau topikal dan oral.

Sebuah studi jangka panjang tahun 2013 yang melibaykan 24 orang menunjukkan bahwa kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari berkurang dengan aplikasi kosmetik topikal yang mengandung ekstrak teh hijau. Para peneliti menyarankan penggunaan formulasi kosmetik termasuk ekstrak teh hijau telah meningkatkan mikrorelief kulit dan memiliki efek pelembab.

Memelihara Kesehatan Pencernaan

Manfaat teh hijau untuk pencernaan sudah dikenal di kalangan masyarakat India dan Cina kuno. Konsumsi teh hijau untuk kesehatan pencernaan memang sudah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Selain teh hijau, matcha (teh hijau bubuk) dan teh barley juga menjadi pilihan minuman populer untuk melancarkan pencernaan.

Teh hijau mengandung polifenol yang dipercaya memberikan efek anti inflamasi. Seperti dijelaskan ahli gizi dan pakar diet asal Singapura Tan Shiling, mikronutrien ini mengandung katekin yang merupakan bagian terbesar dari antioksidan dan potensi penyembuhan teh hijau.

Shiling menjelaskan, beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi teh hijau berdampak positif pada kanker dan sistem kardiovaskular tertentu, meningkatkan profil lipid, dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Senyawa polifenol yang ada dalam teh hijau, terutama katekin, diketahui memiliki aktivitas anti-influenza yang kuat.

Namun penelitian ilmiah yang menunjukkan hubungan langsung antara teh hijau dan kesehatan pencernaan cukup terbatas, dan lebih banyak bukti diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah teh hijau benar-benar memiliki manfaat kesehatan yang disebutkan di atas.

Manfaat matcha untuk pencernaan

Alternatif teh hijau adalah matcha yang secara harfiah berarti “teh bubuk.”

Saat kita minum teh hijau tradisional, komponen dari daunnya dimasukkan ke dalam air panas, lalu daunnya dibuang. Dengan matcha, kita meminum daunnya, yang telah ditumbuk halus dan dijadikan larutan.

Tidak seperti teh hijau tradisional, persiapan matcha lebih kompleks. Di antaranya adalah, para petani teh menutupi tanaman teh dengan kain pelindung sebelum dipanen. Daun yang dikeringkan kemudian ditumbuk dengan batu menjadi bubuk halus.

Memang tidak semua pakar sependapat banwa bahwa matcha lebih baik dalam membantu pencernaan dibandingkan dengan meminum teh hijau tradisional. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Colorado pada tahun 2003 menegaskan bahwa meminum satu cangkir teh matcha memberikan 137 kali lipat jumlah antioksidan dibandingkan dengan secangkir teh hijau konvensional.

Meskipun konsentrasi antioksidan dalam matcha membuatnya memiliki potensi manfaat yang besar, Shiling mengingatkan untuk tidak meminumnya secara berlebihan mengingat kandungan kafeinnya yang tinggi. Terlalu banyak kafein dari teh dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi, dan menimbulkan efek samping seperti insomnia, gelisah dan mudah tersinggung.

Mencegah rambut rontok akibat hormon

Rambut rontok memang sudah jadi masalah bagi banyak pria dan wanita di seluruh dunia. Kerontokan rambut didorong oleh berbagai penyebab, seperti stres, pola makan, penyakit autoimun, dan perubahan hormonal.

Selama rambut rontok, siklus pertumbuhan alami rambut berubah. Siklus ini mencakup tiga fase: androgen (pertumbuhan rambut), catagen (fase transisi), dan telogen (rambut rontok).

Dua hormon, testosteron dan dihidrotestosteron, dapat menurunkan fase pertumbuhan rambut dan meningkatkan kerontokan rambut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa EGCG dapat menghambat efek hormon ini pada rambut dan memperlambat kerontokan rambut.

Dalam sebuah penelitian, 10 peserta yang menderita alopecia androgenetik (kerontokan rambut karena masalah hormon) mengonsumsi suplemen yang disebut Forti5 selama 24 minggu. Di akhir penelitian, 80 persen partisipan mengalami pertumbuhan kembali rambut yang signifikan.

Namun, suplemen tersebut mengandung ekstrak teh hijau, melatonin, vitamin D, omega-3, omega-6, beta-sitosterol, dan isoflavon kedelai dalam jumlah yang tidak diungkapkan. Oleh karena itu, sulit untuk mengetahui apakah ekstrak teh hijau yang menyebabkan pertumbuhan kembali rambut.

Dalam sebuah penelitian, tikus yang menerima perawatan topikal teh hijau kaya EGCG memiliki rambut rontok yang jauh lebih sedikit daripada mereka yang tidak menerima perawatan.

Tampaknya EGCG mengurangi kerontokan rambut yang disebabkan oleh testosteron dengan memperpanjang fase androgen pertumbuhan rambut dan memperlambat fase telogen, yang menyebabkan kerontokan rambut.

Merangsang pertumbuhan rambut

Teh hijau dapat mendukung pertumbuhan dan pertumbuhan kembali rambut yang sehat.

Dalam sebuah studi minor, peneliti membalurkan ekstrak EGCG yang diekstrak dari teh hijau topikal kepada kulit kepala tiga peserta dengan alopecia. Setelah empat hari, para peserta mengalami peningkatan aktivitas pertumbuhan rambut yang signifikan.

EGCG tampaknya meningkatkan pertumbuhan rambut dengan merangsang folikel rambut dan mencegah kerusakan pada sel kulit dan rambut.

Terlebih lagi, dalam studi rambut rontok pada tikus, peneliti menemukan bahwa 33 persen hewan yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami pertumbuhan kembali rambut setelah enam bulan, sementara tidak ada tikus dalam kelompok kontrol (yang tidak diberi teh hijau) yang mengalami perbaikan dalam pertumbuhan rambut.

Merawat rambut

Karena teh hijau dan ekstrak teh hijau dapat mendorong pertumbuhan rambut, banyak produsen produk perawatan rambut memasukkannya sebagai bahan utama.

Berikut beberapa cara menggunakan teh hijau untuk merawat rambut:

  • Sampo green tea. Gunakan sampo yang mengandung ekstrak teh hijau. Pastikan untuk mengoleskan sebagian besar sampo ke akar dan kulit kepala dan gosok dengan lembut.
  • Kondisioner green tea. Oleskan kondisioner teh hijau atau masker rambut ke akar, batang, dan ujung rambut. Biarkan selama 3–10 menit atau waktu yang disarankan pada kemasan produk.
  • Tonik rambut teh hijau buatan sendiri. Tambahkan 1–2 kantong teh hijau ke dalam air mendidih dan biarkan mendidih selama lima menit. Setelah dingin, balurkan dan pijat cairan tersebut ke rambut di akhir waktu mandi.

Selain itu, kita juga bisa meminum satu hingga dua cangkir (2 40-480 ml) teh hijau per hari untuk menambahkan sumber antioksidan yang baik bagi tubuh.

Itu dia pembahasan info kesehatan mengenai manfaat teh hijau untuk diet, pencernaan dan kecantikan. Baca Juga artikel lainnya seperti cara menumbuhkan rambut dengan cepat & cara mengatasi impotensi secara alami.

Retno Wulandari
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya senda gurau dan main-main. Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, jika saja mereka mengetahui."